Nama : Gusmilasari
NIM : ACC 115 013
M.K : Kapita Selekta
Pendidikan Kimia
Dosen Pengampu :
Nopriawan Berkat Asi, S.Si, M.Pd
LINGKUNGAN
PEMBELAJARAN KIMIA
Ilmu
kimia merupakan ilmu yang mempelajari sifat dan komposisi materi (yang tersusun
oleh senyawa-senyawa) serta perubahannya, bagaimana senyawa itu bereaksi/
berkombinasi membentuk senyawa lain. Ilmu pendidikan kimia merupakan ilmu
interdisiplin dari ilmu kimia pada hakikatnya adalah penerapan teori ilmu
pendidikan dalam konteks kimia untuk tujuan pembelajaran kimia.
Mata
pelajaran kimia di SMA dan MA berfungsi dan bertujuan sebagai berikut:
1.
Menyadari keteraturan dan keindahan alam
untuk mengagungkan kebesarann Tuhan Yang Maha Esa.
2.
Memupuk sikap ilmiah yang mencakup:
a. Sikap
jujur dan obyektif terhadap data;
b. Sikap
terbuka, yaitu bersedia menerima pendapat orang lain serta mau mengubah
pandangannya;
c. Ulet
dan tidak cepat putus asa;
d. Kritis
terhadap pernyataan ilmiah.
3.
Memperoleh pengalaman dalam menerapkan
metode ilmiah melalui percobaan atau eksperimen, dimana siswa melakukan
pengujian hipotesis dengan merancang eksperimen melalui pemasangan instrument.
4.
Meningkatkan kesadaran tentang aplikasi
sains yang dapat bermanfaat dan juga merugikan bagi individu.
5.
Memahami konsep-konsep kimia dan saling
keterkaitannya dan penerapannya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan
sehari-hari dan teknologi.
6.
Membentuk sikap yang positif terhadap
kimia.
Permasalahan
Pembelajaran Kimia :
Dalam proses
pembelajaran kimia dibeberapa sekolah selama ini kurang menarik, sehingga siswa
merasa jenuh dan kurang memiliki minat pada pembelajaran kimia sehingga suasan
kelas cenderung pasif, sedikit sekali siswa yang bertanya pada guru meskipun
materi yang diajarkan belum dapat dipahami. Dalam pembelajaran seperti ini
mereka seolah-olah dipaksa untuk belajar
sehuingga jiwanya tertekan. Keadaan demikian menimbulkan kejengkelan,
kebosanan, sikap masa bodoh, sehingga perhatian, minat, dan motivasi siswa
dalam pembelajaran menjadi rendah. Hal ini akan berdampak terhadap
ketidaktercapaian tujuan pembelajaran kimia. Permasalahan pembelajaran kimia
mencakup persoalan yang sangat luas, mulai dari kebijakan pemerintah,
kompetensi guru, teknisi laboratorium, laboran, proses belajar mengajar, siswa,
infrastruktur, dan keterlibatan orang tua. Selain komponen-komponen ini,
kesulitan belajar juga dapat muncul dari karakteristik materi pelajaran kimia
itu sendiri yang sebagian besar konsepnya bersifat abstrak. Pemerintah sudah
melakukan training-training untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar,
namun setelah selesai mengikuti pelatihan tidak banyak berubah dengan berbagai alasan
dan diantaranya fasilitas tidak mendukung, tidak cukup waktu, kurang menguasai
IT. Ilmu kimia dikembangkan lewat eskperimen-eksperimen di laboratorium, dengan
demikian laboratorium memiliki peran yang sangat penting , namun demikian tidak
semua sekolah memiliki fasilitas laboratorium yang memadai. Sekolah yang
memiliki laboratorium penggunaannya masih kurang optimal. Ketersediaan teknisi
laboratorium sangat kurang dan laboran masih sangat kurang bahkan sampai level
perguruan tinggi keadaannya tidak banyak berbeda.
Permasalahan lainnya
adalah kebanyak siswa SMA/MA mengatakan bahwa mata pelajaran kimia termasuk
mata pelajaran yang dianggap sulit. Kesulitan yang dialami siswa adalah:
1. Dirasa
sulit menghubungkan antar konsep.
2. Diperlukan
kemampuan dalam memanfaatkan kemampuan logika matematika dan bahasa.
3. Perlu
daya juang yang tinggi dalam memahami dan menyelesaikan setiap soal.
4. Pemahaman
antara teori dan praktik sering tidak
nyambung.
Sebagai contoh kata
“:reaksi” dalam sehari-hari berarti bagaimana seseorang memberikan respon atau
melakukan perlawanan terhadap sesuatu yang dihadapinya, sedangkan dalam konteks
kimia kata “reaksi” berarti kombinasi unsur satu dengan yang lain untuk
membentuk senyawa baru.
Berkaitan dengan
belajar dan pembelajaran kimia yang ada pada saat ini, permasalahan yang
dihadapi oleh guru dikelompokkan menjadi dua yaitu :
1.
Permasalahan Umum
Permasalahn
ini sering ditemukan oleh setiap guru dalam melaksanakan proses belajar
mengajar seperti:
a. Menyiapkan
bahan pelajaran,memilih sumber dimana bahan ajar itu didapatkan (ada
kecenderungan sumber bahan ajar selain buku yang dapat digunakan dan buku pun
tidak harus satu macam dan tidak harus saling berganti seperti terjadi selama
ini). Termasuk masalah yang dihadapi guru berkenaan dengan bahan adalah bahan
ajar yang diberikan terlalu luas atau terlalu sedikit, terlalu mendalam atau
terlalu dangkal, urutan poenyajian tidak tepat, dan jenis materi bahan ajar
yang tidak sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai siswa.
b. Metode
mengajar, dalam kegiatan belajar mengajar guru seharusnya tidak terpakub hanya
satu metode saja tetapi guru sebaiknya menggunakan metode yang bervariasi agar
jalannya pengajaran tidak membosankan tetapi menarik perhatian anak.
c. Kegiatan
mengajar, guru sebaikanya memperhatikan perbedaan individual anak didik yaitu
pada aspek biologis, intelektual biologis dan psikologis. Dimaksudkan agar guru
mudah dalam melakukan pendekatan kepada setiap anak didik secara individual.
2.
Permasalahn Khusus
Adapun
permasalahan khusus dalam mengajarkan kimia adalah sebagai berikut:
a. Guru
tidak siap mengajar, dalam hal ini berarti guru kurang memahami konsep
materiyang diajarkan.
b. Guru
kesulitan dalam membangkitkan minat belajar siswa.
c. Saran
dan prasarana yangb mendukung terciptanya suasan kondusif dalam belajar tidak
memadai.
d. Kurang
optimal dalam menerapkan metode pembelajaran.
Upaya
untuk mengatasi permasalahan pembelajaran kimia
Ada beberapa upaya untuk mengatasi persoalan atau
permasalahan pembelajaran kimia sebagai berikut:
1. Penggunaan
metode atau model yang tepat serta bervariasi dalam mengajar agar tidak
membosankan.
2. Memanfaatkan teknologi saat ini seperti
pengembangan media pembelajaran yang dapat membuat siswa lebih tertarik lagi
untuk belajar kimia.
3. Mengaitkan
pelajaran kimia dengan aspek praktis sehari-sehari, sehingga timbul keterkaitan
akan manfaat kimia yang kemungkinan akan masuk menjadi keinginan untuk belajar.
4. Melengkapi
sarana dan prasarana baik untuk teori maupun praktikum (dilaboratorium) dalam
menunjang tercapainya tujuan pembelajaran kimia.
Cara
mengatasi kesulitan siswa yang malas belajar kimia
1.
Menciptakan kesiapan belajar
Kesiapan
belajar ini bisa diartikan secara fisik maupun psikis. Secara fisik, misalnya
memeriksa peralatan-peralatan belajar sebelum pelajaran dimulai. Secara psikis,
pendidik dapat memberikan poencerahan atau penyadaran.
2.
Memberikan motivasi / dorongan untuk
semangat belajar
3.
Mengetahui dengan jelas sasaran
pengajaran.
4.
Menguasai kejiwaan murid
5.
Menggunakan cara mengajar yang hidup,
maksudnya cara mengajar yang bervariasi dan fleksibel untuk menambah kesegaran.
6.
Menjadikan diri sendiri sebagai
tealadan. Kewibawaan seseorang terletak pada keselarasan anatar teori dan
praktek. Jikalau guru dapat menerapkan kebenaran yang diajarkan pada kehiduapan
pribadinya, maka ia pun memiliki wibawa untuk mengajar.
7.
Menggunakan metode yang bervariatif.
Daftar
Rujukan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar