Jumat, 20 April 2018

Kapita Selekta Pendidikan Kimia




Nama                           : Gusmilasari
NIM                            : ACC 115 013
M.K                             : Kapita Selekta Pendidikan Kimia
Dosen Pengampu        : Nopriawan Berkat Asi, S.Si, M.Pd

LINGKUNGAN PEMBELAJARAN KIMIA
Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari sifat dan komposisi materi (yang tersusun oleh senyawa-senyawa) serta perubahannya, bagaimana senyawa itu bereaksi/ berkombinasi membentuk senyawa lain. Ilmu pendidikan kimia merupakan ilmu interdisiplin dari ilmu kimia pada hakikatnya adalah penerapan teori ilmu pendidikan dalam konteks kimia untuk tujuan pembelajaran kimia.
Mata pelajaran kimia di SMA dan MA berfungsi dan bertujuan sebagai berikut:
1.      Menyadari keteraturan dan keindahan alam untuk mengagungkan kebesarann Tuhan Yang Maha Esa.
2.      Memupuk sikap ilmiah yang mencakup:
a.       Sikap jujur dan obyektif terhadap data;
b.      Sikap terbuka, yaitu bersedia menerima pendapat orang lain serta mau mengubah pandangannya;
c.       Ulet dan tidak cepat putus asa;
d.      Kritis terhadap pernyataan ilmiah.
3.      Memperoleh pengalaman dalam menerapkan metode ilmiah melalui percobaan atau eksperimen, dimana siswa melakukan pengujian hipotesis dengan merancang eksperimen melalui pemasangan instrument.
4.      Meningkatkan kesadaran tentang aplikasi sains yang dapat bermanfaat dan juga merugikan bagi individu.
5.      Memahami konsep-konsep kimia dan saling keterkaitannya dan penerapannya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi.
6.      Membentuk sikap yang positif terhadap kimia.

Permasalahan Pembelajaran Kimia :
Dalam proses pembelajaran kimia dibeberapa sekolah selama ini kurang menarik, sehingga siswa merasa jenuh dan kurang memiliki minat pada pembelajaran kimia sehingga suasan kelas cenderung pasif, sedikit sekali siswa yang bertanya pada guru meskipun materi yang diajarkan belum dapat dipahami. Dalam pembelajaran seperti ini mereka seolah-olah dipaksa untuk belajar  sehuingga jiwanya tertekan. Keadaan demikian menimbulkan kejengkelan, kebosanan, sikap masa bodoh, sehingga perhatian, minat, dan motivasi siswa dalam pembelajaran menjadi rendah. Hal ini akan berdampak terhadap ketidaktercapaian tujuan pembelajaran kimia. Permasalahan pembelajaran kimia mencakup persoalan yang sangat luas, mulai dari kebijakan pemerintah, kompetensi guru, teknisi laboratorium, laboran, proses belajar mengajar, siswa, infrastruktur, dan keterlibatan orang tua. Selain komponen-komponen ini, kesulitan belajar juga dapat muncul dari karakteristik materi pelajaran kimia itu sendiri yang sebagian besar konsepnya bersifat abstrak. Pemerintah sudah melakukan training-training untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar, namun setelah selesai mengikuti pelatihan tidak banyak berubah dengan berbagai alasan dan diantaranya fasilitas tidak mendukung, tidak cukup waktu, kurang menguasai IT. Ilmu kimia dikembangkan lewat eskperimen-eksperimen di laboratorium, dengan demikian laboratorium memiliki peran yang sangat penting , namun demikian tidak semua sekolah memiliki fasilitas laboratorium yang memadai. Sekolah yang memiliki laboratorium penggunaannya masih kurang optimal. Ketersediaan teknisi laboratorium sangat kurang dan laboran masih sangat kurang bahkan sampai level perguruan tinggi keadaannya tidak banyak berbeda.
Permasalahan lainnya adalah kebanyak siswa SMA/MA mengatakan bahwa mata pelajaran kimia termasuk mata pelajaran yang dianggap sulit. Kesulitan yang dialami siswa adalah:
1.      Dirasa sulit menghubungkan antar konsep.
2.      Diperlukan kemampuan dalam memanfaatkan kemampuan logika matematika dan bahasa.
3.      Perlu daya juang yang tinggi dalam memahami dan menyelesaikan setiap soal.
4.      Pemahaman antara teori dan praktik  sering tidak nyambung.

Sebagai contoh kata “:reaksi” dalam sehari-hari berarti bagaimana seseorang memberikan respon atau melakukan perlawanan terhadap sesuatu yang dihadapinya, sedangkan dalam konteks kimia kata “reaksi” berarti kombinasi unsur satu dengan yang lain untuk membentuk senyawa baru.
Berkaitan dengan belajar dan pembelajaran kimia yang ada pada saat ini, permasalahan yang dihadapi oleh guru dikelompokkan menjadi dua yaitu :
1.      Permasalahan Umum
Permasalahn ini sering ditemukan oleh setiap guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar seperti:
a.       Menyiapkan bahan pelajaran,memilih sumber dimana bahan ajar itu didapatkan (ada kecenderungan sumber bahan ajar selain buku yang dapat digunakan dan buku pun tidak harus satu macam dan tidak harus saling berganti seperti terjadi selama ini). Termasuk masalah yang dihadapi guru berkenaan dengan bahan adalah bahan ajar yang diberikan terlalu luas atau terlalu sedikit, terlalu mendalam atau terlalu dangkal, urutan poenyajian tidak tepat, dan jenis materi bahan ajar yang tidak sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai siswa.
b.      Metode mengajar, dalam kegiatan belajar mengajar guru seharusnya tidak terpakub hanya satu metode saja tetapi guru sebaiknya menggunakan metode yang bervariasi agar jalannya pengajaran tidak membosankan tetapi menarik perhatian anak.
c.       Kegiatan mengajar, guru sebaikanya memperhatikan perbedaan individual anak didik yaitu pada aspek biologis, intelektual biologis dan psikologis. Dimaksudkan agar guru mudah dalam melakukan pendekatan kepada setiap anak didik secara individual.
2.      Permasalahn Khusus
Adapun permasalahan khusus dalam mengajarkan kimia adalah sebagai berikut:
a.       Guru tidak siap mengajar, dalam hal ini berarti guru kurang memahami konsep materiyang diajarkan.
b.      Guru kesulitan dalam membangkitkan minat belajar siswa.
c.       Saran dan prasarana yangb mendukung terciptanya suasan kondusif dalam belajar tidak memadai.
d.      Kurang optimal dalam menerapkan metode pembelajaran.

Upaya untuk mengatasi permasalahan pembelajaran kimia

Ada beberapa upaya untuk mengatasi persoalan atau permasalahan pembelajaran kimia sebagai berikut:
1.      Penggunaan metode atau model yang tepat serta bervariasi dalam mengajar agar tidak membosankan.
2.       Memanfaatkan teknologi saat ini seperti pengembangan media pembelajaran yang dapat membuat siswa lebih tertarik lagi untuk belajar kimia.
3.      Mengaitkan pelajaran kimia dengan aspek praktis sehari-sehari, sehingga timbul keterkaitan akan manfaat kimia yang kemungkinan akan masuk menjadi keinginan untuk belajar.
4.      Melengkapi sarana dan prasarana baik untuk teori maupun praktikum (dilaboratorium) dalam menunjang tercapainya tujuan pembelajaran kimia.
Cara mengatasi kesulitan siswa yang malas belajar kimia
1.      Menciptakan kesiapan belajar
Kesiapan belajar ini bisa diartikan secara fisik maupun psikis. Secara fisik, misalnya memeriksa peralatan-peralatan belajar sebelum pelajaran dimulai. Secara psikis, pendidik dapat memberikan poencerahan atau penyadaran.

2.      Memberikan motivasi / dorongan untuk semangat belajar
3.      Mengetahui dengan jelas sasaran pengajaran.
4.      Menguasai kejiwaan murid
5.      Menggunakan cara mengajar yang hidup, maksudnya cara mengajar yang bervariasi dan fleksibel untuk menambah kesegaran.
6.      Menjadikan diri sendiri sebagai tealadan. Kewibawaan seseorang terletak pada keselarasan anatar teori dan praktek. Jikalau guru dapat menerapkan kebenaran yang diajarkan pada kehiduapan pribadinya, maka ia pun memiliki wibawa untuk mengajar.
7.      Menggunakan metode yang bervariatif.


Daftar Rujukan